Sebagaimana kita tahu, Rasulullah SAW dua kali tiba di Bosra:
Selasa, 21 Mei 2013
"The Only Living Sahabi"
Sebagaimana kita tahu, Rasulullah SAW dua kali tiba di Bosra:
Rabu, 14 November 2012
Doa Akhir dan Awal Tahun Hijriah
sobat-sobat blogger sekalian, hari ini kita semua telah berada di ujung tahun 1433 H dan ba’da ashar nanti kita memasuki awal tahun baru 1434 Hijriah, yang disebut dengan tahun baru Islam.
Untuk menyambut tahun baru tersebut, ada baiknya kita berdoa dan bermuhasabah, memohon agar Allah Swt mengampuni doa dan kesalahan kita tahun-tahun sebelumnya dan semoga Allah Swt membimbing kita di Tahun yang baru.
Doa Akhir Tahun
(Doa Akhir Tahun ini dibaca antara setelah shalat Ashar sampai sebelum Maghrib di hari terakhir di bulan Dzulhijjah).
Sebaiknya doa ini dibaca bersama-sama di rumah, di masjid, di mushalla, atau di mana saja tempat-tempat yang baik. Seandainya tidak memungkinkan dibaca bersama-sama, tidak ada halangan untuk membacanya seorang diri. Barangsiapa membaca doa akhir tahun ini maka syaitan akan berkata “Hampalah kami disepanjang tahun ini
Doa akhir tahun - (dibaca ba’da ashar di akhir tahun, 3 kali)
Bismillaahir rahmaanir rahiim. Washalallaahu ‘alaa sayyidinaa wa maulaanaa Muhammadin wa ‘alaa aalihii wa shahbihii wa salam. Allahumma maa ‘amiltu fii haadzihis sanatilmimmaa nahaitanii ‘anhu falam atub minhu walam tardlahu walam tansahuu wahalimta ‘alayya ba’da qudratika ‘alaa ‘uquubatii wada’autanii ilattaubati minhu ba’da juratii ‘alaa ma’shiyatika fainnii astaghfiruka faghfirli. Wamaa ‘amiltu fiihaa mimmaa tardlaa-hu wawa’adtanii ‘alaihits tsawaaba fa as alukallaahumma yaa kariimu yaa dzal jalaa-li wal ikraami an tataqabbalaahu ‘alaa sayyidinaa Muhammadin wa ‘alaa aalihii wa shahbihii wasallam” (3x)
Artinya:
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
Semoga Allah melimpahkan rahmat dan keselamatan kepada junjungan kami nabi Muhammad SAW, beserta para keluarga dan sahabatnya. Ya Allah, segala yang telah ku kerjakan selama tahun ini dari apa yang menjadi larangan-Mu, sedang kami belum bertaubat, padahal Engkau tidak melupakannya dan Engkau bersabar (dengan kasih sayang-Mu), yang sesungguhnya Engkau berkuasa memberikan siksa untuk saya, dan Engkau telah mengajak saya untuk bertaubat sesudah melakukan maksiat. Karena itu ya Allah, saya mohon ampunan-Mu dan berilah ampunan kepada saya dengan kemurahan-Mu. Segala apa yang telah saya kerjakan, selama tahun ini, berupa amal perbuatan yang Engkau ridhai dan Engkau janjikan akan membalasnya dengan pahala, saya mohon kepada-Mu, wahai Dzat Yang Maha Pemurah, wahai Dzat Yang Mempunyai Kebesaran dan Kemuliaan, semoga berkenan menerima amal kami dan semoga Engkau tidak memutuskan harapan kami kepada-Mu, wahai Dzat Yang Maha Pemurah. Dan semoga Allah memberikan rahmat dan kesejahteraan atas penghulu kami Muhammad, keluarga dan sahabatnya. Amin yaa rabbal ‘alamin.
======================================================================
Doa Awal Tahun
DOA AWAL TAHUN (dibaca ba’da maghrib di awal tahun, 3 kali)
Bacalah doa ini tiga kali saat kita memasuki tanggal 1 Muharam. Bisa dilakukan selepas maghrib atau pun sesudahnya. Dengan doa ini kita sebagai Mu’min memohon kepada Allah Swt. agar dalam memasuki tahun baru ini kita dapat meningkatkan amal kebajikan dan ketaqwaan.
Bismillaahir-rahmaanir-rahiim Bismillaahir-rahmaanir-rahiim
Wa shallallaahu ‘alaa sayyidinaa Muhammadin wa ‘alaa ‘aalihi wa shahbihii wa sallam.
Allaahumma antal-abadiyyul-qadiimul-awwalu, wa ‘alaa fadhlikal-’azhimi wujuudikal-mu’awwali, wa haadza ‘aamun jadidun qad aqbala ilaina nas’alukal ‘ishmata fiihi minasy-syaithaani wa auliyaa’ihi wa junuudihi wal’auna ‘alaa haadzihin-nafsil-ammaarati bis-suu’i wal-isytighaala bimaa yuqarribuni ilaika zulfa yaa dzal-jalaali wal-ikram yaa arhamar-raahimin, wa sallallaahu ‘alaa sayyidina Muhammadin nabiyyil ummiyyi wa ‘alaa ‘aalihi wa shahbihii wa sallam
Artinya: Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Semoga Allah senantiasa melimpahkan rahmat dan keselamatan kepada junjungan kami Nabi Muhammad SAW, beserta keluarga dan sahabatnya. Ya Allah Engkaulah Yang Abadi, Dahulu, lagi Awal. Dan hanya kepada anugerah-Mu yang Agung dan Kedermawanan-Mu tempat bergantung. Dan ini tahun baru benar-benar telah datang. Kami memohon kepada-Mu perlindungan dalam tahun ini dari (godaan) setan, kekasih-kekasihnya dan bala tentaranya. Dan kami memohon pertolongan untuk mengalahkan hawa nafsu amarah yang mengajak pada kejahatan, agar kami sibuk melakukan amal yang dapat mendekatkan diri kami kepada-Mu wahai Dzat yang memiliki Keagungan dan Kemuliaan. Semoga Allah senantiasa melimpahkan rahmat dan keselamatan kepada junjungan kami Nabi Muhammad SAW, beserta para keluarganya dan sahabatnya. Amin yaa rabbal ‘alamin
SELAMAT TAHUN BARU HIJRIAH 1434 H
Jumat, 17 Agustus 2012
Abu Abdullah Al Battani, Sang Penemu Waktu dalam 1 Tahun
Ketepatan penghitungan al-Battani (850-932 M) dalam bidang astronomi, membuatnya berhasil menemukan perhitungan waktu dalam satu tahun yang terdiri dari 365 hari, 5 jam, 46 menit dan 24 detik.
Cendekiawan muslim di bidang astronomi dan matematika ini lebih dikenal di Barat dengan nama Albategnius. Beliau lahir di Battan, Suriah dengan nama lengkap Abu Abdullah Muhammad Ibnu Jabir Ibnu Sinan ar Raqqi al-Harrani as Sabi al-Battani.
Pemikirannya dalam bidang astronomi yang mendapat pengakuan dunia adalah penghitungan waktu bumi dalam mengelilingi pusat tata surya. Kerja kerasnya selama 42 tahun tersebut mendekati perhitungan terakhir yang dianggap lebih akurat.
Al Battani juga menentukan kemiringan ekliptik, panjangnya musim dan orbit matahari. Ia bahkan berhasil menemukan orbit bulan dan planet serta menetapkan teori baru dalam menentukan kemunculan bulan baru.
Penemuannya mengenai garis lengkung bulan dan matahari tersebut kemudian menjadi dasar bagi Dunthorne pada tahun 1749, untuk menentukan gerak akselerasi bulan.
Khalifah Harun al-Rashid membangun beberapa istana di kota Raqqa sebagai penghargaan atas sejumlah penemuan al-Battani yang kemudian mengantarkan kota ini mencapai kemakmuran dan menjadi pusat kegiatan ilmu pengetahuan.
Karya-karyanya di bidang astronomi sangat berpengaruh di Eropa hingga masa Renaisance. Salah satu bukunya yang paling terkenal, Kitab 'al-Zij' diterjemahkan ke dalam bahasa latin dengan judul 'De Motu Stellarum'. Kitab inilah yang membuat Copernicus dalam bukunya 'De Revolutuionibus Orbium Clestium', mengungkapkan rasa hutang budinya kepada al-Battani.
Wallahu a’lam bish-shawab
Source:
DetikRamadhan
src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js">
Keutamaan Umat Nabi Muhammad dalam Kitab Taurat
Nabi Musa as berkata, “Ya Tuhanku, aku melihat di lauh-lauh itu disebutkan suatu umat yang menjadi umat terbaik yang pernah terlahir ke dunia, mereka menyuruh sesamanya untuk berbuat kebaikan dan mencegah sesamanya berbuat kemungkaran. Ya Tuhanku, jadikanlah mereka itu sebagai umatku.”
Allah swt menjawab, “Itu adalah umat Muhammad.”
Nabi Musa as berkata lagi, “Ya Tuhanku, aku melihat di lauh-lauh itu disebutkan suatu umat yang menjadi umat terakhir yang diciptakan namun mereka adalah umat yang paling dahulu masuk surga. Ya Tuhanku, jadikanlah mereka itu sebagai umatku.”
Allah swt menjawab, “Itu adalah umat Muhammad.”
Nabi Musa as berkata lagi, “Ya Tuhanku, aku melihat di lauh-lauh itu disebutkan suatu umat yang memiliki anak-anak yang sudah dapat menghapal kitab suci mereka, sedangkan umat-umat sebelum itu membaca kitab suci mereka dengan melihat. Apabila kitab itu disingkirkan, mereka tidak dapat membacanya dan tidak mengetahuinya. Engkau juga memberikan mereka daya hafal yang tinggi yang tidak diberikan pada umat-umat lainnya. Ya Tuhanku, jadikanlah mereka itu sebagai umatku.”
Allah swt menjawab, “Itu adalah umat Muhammad.”
Nabi Musa as berkata lagi, “Ya Tuhanku, aku melihat di lauh-lauh itu disebutkan suatu umat yang beriman pada kitab suci yang pertama kali diturunkan hingga kitab suci yang terakhir diturunkan, mereka senantiasa memerangi kesesatan, bahkan mereka juga memerangi makhluk paling pendusta yang bermata satu (Dajjal). Ya Tuhanku, jadikanlah mereka itu sebagai umatku.”
Allah swt menjawab, “Itu adalah umat Muhammad.”
Nabi Musa as berkata lagi, “Ya Tuhanku, aku melihat di lauh-lauh itu disebutkan suatu umat yang dapat memakan hasil dari zakat yang dikeluarkan oleh sesama mereka, namun tetap diberi ganjaran yang berlipat-lipat. Engkau mewajibkan zakat itu pada orang-orang kaya di antara mereka dan menyalurkannya pada orang-orang miskin. Sementara ketika umat-umat lain berzakat, jika diterima maka zakat itu akan dimakan api, dan jika ditolak maka zakat itu akan dimakan hewan buas dan burung-burung. Ya Tuhanku, jadikanlah mereka itu sebagai umatku.”
Allah swt menjawab, “Itu adalah umat Muhammad.”
Nabi Musa as berkata lagi, “Ya Tuhanku, aku melihat di lauh-lauh itu disebutkan suatu umat yang ketika berniat untuk berbuat baik namun mereka tidak melaksanakan niat tersebut, maka akan tertulis satu kebaikan. Dan jika mereka melaksanakan niat tersebut, maka akan tertulis bagi mereka 10 hingga 700 kali lipat. Ya Tuhanku, jadikanlah mereka itu sebagai umatku.”
Allah swt menjawab, “Itu adalah umat Muhammad.”
Nabi Musa as berkata lagi, “Ya Tuhanku, aku melihat di lauh-lauh itu disebutkan suatu umat yang dapat memberikan syafaat sekaligus menerima syafaat. Ya Tuhanku, jadikanlah mereka itu sebagai umatku.”
Allah swt menjawab, “Itu adalah umat Muhammad.”
Setelah mendegar semua itu, Nabi Musa as melemparkan lauh-lauh yang dipegangnya sembari berkata, “Ya Tuhanku, jadikanlah aku salah satu umat Muhammad.”
Wallaahu a'lam..
src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js">
Abu Musa Jabir Ibnu Hayyan, Bapak Kimia Sepanjang Masa
Kata Kimia, dalam bahasa Inggrisnya 'alchemy', diambil dari judul buku karya Ibnu Hayyan berjudul al-Kimya.
Ibnu Hayyan atau Geber (721-815 M), sebutannya di dunia barat, adalah ilmuwan pertama yang menemukan dan mengenalkan disiplin ilmu kimia. Predikat Bapak Kimia memang sangat pantas didedikasikan kepada Ibnu Hayyan, cendekiawan muslim yang lahir di Tus, Iran dan kemudian wafat di kota Kufah, sekarang Irak. Keahliannya dalam bidang kimia berkembang di masa pemerintahan Khalifah Harun ar-Rasyid di Baghdad, di mana ia berhasil mengembangkan sebuah teknik yang membuat setiap hasil eksperimen dapat diproduksi kembali.
Dalam teknik yang disebut eksperimentasi sistematis, ia menekankan bahwa kuantitas zat sangat berhubungan dengan reaksi kimia yang terjadi, tak heran banyak kalangan di bidang ilmu kimia menganggap bahwa Ibnu Hayyan berhasil merintis arah sebuah hukum perbandingan tetap.
Beliau juga dikenal sebagai sosok yang memperkenalkan percobaan yang berkaitan dengan pembentukan unsur asam dan mineral, proses serta alat untuk distilasi, kristalisasi, penguapan dan masih banyak lagi.
Kitab al-Kimya dan Kitab al-Sab’een, salah satu karyanya, diterjemahkan pada tahun 1144 ke dalam bahasa Latin yang dikenal menjadi The Book of the Composition of Alchemy. Dari 500 studi kimia hasil karyanya, banyak yang diterjemahkan ke dalam beberapa judul seperti Book of Kingdom, Book of Balances, dan Book of Eastern Mercury. Beberapa kosakata kimia yang ia gunakan juga masih dikenal hingga saat ini seperti alkali dan lain-lain.
Wallahu a’lam bish-shawab
src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js">
Abu Raihan Al Biruni, Sang Guru Segala Ilmu
Hasil pengamatan dan percobaannya terangkum dalam 200 buku lebih, atau setara dengan 13 ribu lembar folio, melebihi jumlah tulisan Galileo dan Newton bila keduanya digabungkan.
Penguasaannya dalam berbagai ilmu pengetahuan menjadikan Abu Arrayhan Muhammad Ibnu Ahmad al-Biruni (973-1048 M) dijuluki sebagai usadz fil ulum atau guru segala ilmu. Sejak usia 17 tahun, beliau telah melakukan pengamatan serius di bidang astronomi, yaitu menghitung garis lintang Kath melalui pengamatan ketinggian maksimum matahari.
Belum genap 22 tahun, al-Biruni telah menulis sejumlah kertas kerja, namun sebagian besar hilang ditelan sejarah. Salah satu karya beasr al-Biruni dalam bidang geologi adalah Kitab al-Jamahir yang mendeskripsikan lebih dari 100 mineral lengkap dengan varian, genesa, karakteristik dan nilai ekonomisnya. Kitab ini memuat data berbagai cadangan mineral yang ada di Cina, India, Sri Lanka, Eropa Tengah, Mesir, Mozambiq dan kawasan Baltik.
Sumbangannya terhadap ilmu dan peradaban India amat besar, salah satunya adalah Kitab al-Hind, yang menjadi rujukan para penelitia India hingga hampir 6 abad setelahnya. Beliau mengupas secara rinci beragam kondisi geografis, sosial, budaya, keagamaan dan bahasa masyarakat India, termasuk menciptakan kaidah penggunaan angka-angka India. Beliau juga melakukan pengamatan dan menyimpulkan bahwa fosil-fosil yang ada di lapisan batuan di India tersebut berasal dari laut yang terbentuk di lautan, sebuah penemuan yang dilakukan oleh Leonardo da Vinci 500 tahun kemudian.
Di bidang astronomi, ia menyatakan bahwa bumi berputar pada porosnya, menghitung keliling bumi dan menentukan secara ilmiah arah kota Mekkah dari berbagai tempat di dunia.
Dedikasinya yang total bagi ilmu pengetahuan tercermin dari penolakkannya terhadap penghargaan Sultan yang berkuasa pada saat itu, berupa ribuan mata uang perak yang dibawa oleh 3 ekor unta. Dengan sopan al-Biruni berkata, “Saya mengabdi terhadap ilmu pengetahuan demi ilmu pengetahuan itu sendiri, dan bukan demi uang.”
Wallahu a’lam bish-shawab
Source:
DetikRamadhan
src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js">
Abu Al-Qasim Al-Zahrawi, Bapak Ilmu Bedah Modern
Dalam Kitab al-Tasrif, al-Zahrawi (963-1013 M) banyak menguraikan hal-hal baru dalam operasi medis, sebagai blue print dari pengalamannya selama 50 tahun di dunia pengobatan. Gherard dari Cremona menerjemahkan Kitab al-Tasrif ke dalam bahasa Latin yang diterjemahkan kembali ke dalam berbagai bahasa seperti Hebrew, Perancis, dan Inggris. Pakar bedah Perancis yang terkenal, Guy de Chauliac (1300-1368) menjadikan tulisan al-Zahrawi sebagai referensi dalam buku bedahnya. Bahkan hingga lima abad setelah al-Zahrawi meninggal dunia, bukunya tetap menjadi buku wajib bagi para dokter di berbagai belahan dunia.
Al-Zahrawi adalah orang pertama yang mengenali penyakit kelainan darah (Hemophilia). Beliau membahas tentang aneka obat untuk penyembuhan pasca operasi, serta menciptakan teknik untuk menyiapkan gigi palsu dan cara memasangnya. Dunia Barat menyebut cendekiawan muslim ini dengan nama Abulcasis yang juga dikenal sebagai Bapak Ilmu Bedah Modern. Beliau menyumbangkan kemampuannya dalam bidang ilmu bedah dengan menerapkan ilmu pengobatan Islam yang dikombinasikan dengan teori kedokteran Eropa. Kedalaman ilmunya dalam bidang kedokteran, khususnya ilmu bedah, menjadikannya sebagai dokter kerajaan pada masa Raja al-Hakam II dari Kekhalifahan Umayyah.
Al-Zahrawi juga menemukan lebih dari 200 peralatan bedah yang sangat signifikan dalam pelaksanaan sebuah operasi maupun perawatan suatu penyakit.
Wallahu a’lam bish-shawab
Source:
DetikRamadhan
Ibnu Ismail Al-Jazari, Bapak Modern Engineering
Al-Jazari (1136-1206 M) mengembangkan prinsip hidrolik untuk menggerakkan mesin yang kemudian hari dikenal sebagai mesin robot.
Al Jazari adalah seorang tokoh besar di bidang mekanik dan industri. Lahir di al-Jazira, yang terletak di antara sisi utara Irak dan timur Syria, tepatnya di antara sungai Tigris dan Efrat.
Julukan sebagai Bapak Modern Engineering diberikan kepadanya berkat temuan-temuannya yang banyak mempengaruhi rancangan mesin-mesin modern saat ini, di antaranya sistem combustion engine crankshaft, suction pump, programmable automation, dan banyak lagi.
Donal Routledge Hill dalam bukunya 'Studies in Medieval Islamic Technology', mengatakan bahwa hingga zaman modern ini, tidak satupun tulisan dari suatu kebudayaan yang dapat menandingi lengkapnya instruksi untuk merancang, memproduksi dan menyusun berbagai mesin sebagaimana yang disusun oleh al-Jazari. Beliau mendokumentasikan lebih dari 50 karya temuannya, lengkap dengan rincian gambar-gambarnya dalam buku 'al-Jami Bain al Ilm Wal-‘Amal al-Nafi Fi Sinat’at al-Hiyal' (The Book of Knowledge of Ingenious Mechanical Devices).
Pada tahun 1206, al-Jazari membuat Jam Gajah yang bekerja dengan tenaga air dan berat benda untuk menggerakkan secara otomatis sistem mekanis, yang dalam interval tertentu akan memberikan suara simbal dan burung berkicau. Prinsip humanoid automation inilah yang mengilhami pengembangan robot pada masa sekarang. Kini replika Jam Gajah tersebut disusun kembali oleh London Science Museum, sebagai bentuk penghargaan atas karya besarnya.
Wallahu a’lam bish-shawab
Source:
DetikRamadhan
Ibnu Battutah, Sang Penemu Peta Dunia Pertama
Hanya dengan berbekal peralatan seadanya, Ibnu Battutah merupakan orang pertama yang melakukan petualangan mengelilingi dunia.
Abu Abdullah Muhammad Ibnu Battutah (1304-1377 M) yang lahir di Tangier memulai perjalanan panjangnya pada usia 20 tahun. Awalnya, Ia melakukan perjalanan darat dan menyusuri pantai utara Afrika melewati Aljazair Tunisia, Tripoli, Alexandria, Kairo, Jerusalem, singgah di Damaskus, dan kemudian menuanaikan ibadah haji di Mekkah.
Perjalanannya kemudian dilanjutkan menuju wilayah – saat ini – Iran dan Irak, dan diteruskan ke Pantai Timur Afrika hingga ke Kota Kilwa, sekarang Tanzania, melalui jalur laut ke Teluk Persia.
Pengambaaran beliau ke wilayah Asia Tengah diteruskan melalui Anatolia ke Turki. Singgah di Konstantinopel – sekarang Istambul- sebelum kemudian berlayar menyeberangi Laut Hitam dan dilanjutkan ke dekat wilayah Afghanistan sekarang. Dari wilayah Sungai Volga, Ia melintasi Afghanistan melalui Kabul hingga ke Delhi, India. Pada tahun 1342, Sultan Delhi mengutus Battutah melakukan perjalanan ke Cina sebagai Duta Besar. Ia berlayar melalui Kepulauan Maladewa, Sri Lanka, Bangladesh, Myanmar, Kepulauan Andaman, Aceh, Selat Malaka, Singapura, mengarungi Laut Cina Selatan dan meneruskan perjalanan darat hingga ke Beijing di bagian utara Cina.
Sekembali dari pengembaraannya, beliau diminta oleh Sultan Maroko untuk menceritakan kisah perjalanannya, yang kemudian dibukukan dengan judul "Rihlah Ibnu Battutah al-Musammah Tuhfah al-Nuzzar fi Ghara’ib al-Amsar wa ‘Ajaib al-Asfar". Kisah ini amat kaya dengan penggambaran dunia di bidang geografi, sejarah, antropologi dan juga kebudayaan pada saat itu.
Wallahu a’lam bish-shawab
Source:
DetikRamadhan
Omar Al-Khayyam, Pencetus Teori Heliocentric
“Bukankah Kami telah menjadikan bumi ini sebagai hamparan dan gunung-gunung sebagai pasak? Dan Kami jadikan kamu berpasang-pasangan, dan Kami jadikan tidurmu untuk istirahat, dan Kami jadikan malammu sebagai pakaian, dan Kami jadikan siang untuk mencari penghidupan, dan Kami bangun di atas kamu tujuh buah (langit) yang kokoh, dan Kami jadikan pelita yang amat terang (matahari), dan Kami turunkan dari awan air yang banyak tercurah, supaya Kami tumbuhkan dengan air itu biji-bijian dan tumbuh-tumbuhan, dan kebun-kebun yang lebat?” (Qs. An Naba [78]: 6-16)
Di masa hidupnya, Ia dikenal sebagai seorang yang mendalami ilmu falaq, aljabar, filsafat dan musik. Tetapi dunia lebih mengenalnya sebagai seorang penyair terbesar dalam khazanah dunia sastra.
Memiliki nama lengkap Ghiyath al-Din Abu al-Fath Omar Ibnu Ibrahim al-Khayyami (1048-1131 M). Beliau dilahirkan di Nishapur, Iran, dan wafat di kota kelahirannya juga, setelah bertahun-tahun mengembara ke banyak kota yang menjadi pusat ilmu pengetahuan pada masa itu.
Dalam sebuah observatorium yagn didirikan Sultan Malik Syah untuknya, Omar al-Khayyam mengembangkan ilmu astronomi, hingga pada tahun 1079 ia berhasil merumuskan perhitungan untuk waktu setahun, yaitu 365,24219858156 hari, sebagai kelanjutan atas perhitungan yang dilakukan oleh al-Batani.
Perhitungan ini sangat akurat hingga enam digit di belakan koma, jika dibandingkan dengan perhitungan masa kini, yaitu 365,242196 hari. Perhitungan al-Khayyam ini dianggap jauh lebih baik dibandingkan dengan perhitungan revisi yang dilakukan oleh Paus Gregory XIII pada tahun 1528 terhadap kalender Kristian atau kalender Julian (Julius Caesar) yang telah dipakai selama lebih dari 10 abad.
Beliau juga memperkenalkan Teori Heliocentric yang menjelaskan bahwa matahari adalah pusat tata surya. Teori ini baru dinyatakan oelh Copernicus lebih dari empat ratus tahun kemudian. Dalam bidang matematikan, Omar Khayyam meneruskan tradisi aljabar Khawarizmi. Beliau adalah orang pertama yang secara ilmiah mengklasifikasikan persamaan-persamaan kuadrat dengan memberikan solusi aritmatika dan geometri.
Meski hasil karyanya telah memberi sumbangan terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, namu karya-karya Omar Khayyam di bidang sastra justru terkenal lebih luas. Lebih dari 600 Rubaiyat atau Quatrain (syair empat baris), karyanya di bidang sastra, diterjemahkan dan disusun oleh Edward Fitzgerald pada tahun 1859 ke dalam bahasa Inggris. Bait-bait syairnya sebagian besar menyingkap kerendahan hatinya kepada Allah SWT.
Wallahu a’lam bish-shawab
Source:
DetikRamadhan
Ibnu Sina, Bapak Pengobatan Modern
Hingga saat ini, karya-karyanya tetap menjadi rujukan penting dalam ilmu kedokteran modern.
Ibnu Sina juga dikenal dengan nama Avicenna (980-1037 M). Beliau mendapat julukan ‘Bapak Pengobatan Modern’. Beliau telah menulis sekitar 450 buku dalam berbagai bidang ilmu, terutama bidang kedokteran dan filosofi, di antaranya yang terkenal adalah The Canon of Medicine (Al Qanun fi al-Tibb) dan The Book of Healing (Kitab al-Shifa).
Ibnu Sina bernama lengkap Abu ‘Ali al-Husayn ibnu ‘Abdullah ibnu Sina. Lahir pada tahun 980 M di Agsyahnah dekat Bukhara, sekarang wilayah Uzbekistan. Beliau dikenal memiliki kecerdasan yang tinggi serta daya ingat yang luar biasa. Tak heran jika beliau mampu menghafal Al-Qur-an pada usia yang kelima.
Beliau mulai belajar ilmu kedokteran pada usia 16 tahun, tidak hanya secara teori, tetapi juga mencari metode sendiri dalam menyembuhkan penyakit. Beliau bahkan memperoleh predikat ahli medis (physician) pada usia 18 tahun.
Ibnu Sina meninggal pada usia 58 tahun, tepatnya 1 Ramadhan 428 H di kota tercintanya, Hamadan, Iran. Di akhir hidupnya, beliau membagi-bagikan seluruh harta yang dimilikinya kepada orang-orang miskin. Ungkapannya, “Saya memilih hidup yang singkat tapi penuh manfaat, daripada hidup lama tapi sedikit memberikan manfaat.”
Wallahu a’lam bish-shawab
Source:
DetikRamadhan
Minggu, 12 Agustus 2012
Al Qur'an Online
Al Qur'an online ini dapat didengarkan dengan Audio, dan mempunyai terjemahan bahasa Indonesia agar kita dapat memahami artinya, Silahkan jika ada yang ingin membaca Al Qur'an, semoga amal ibadah kita selalu diterima oleh ALLAH SWT.

Bagi teman-teman yang menginginkan Widget ini di blognya, silahkan dicopy saja widget dibawah ini:
<iframe frameborder="0" src="http://m.alquran-indonesia.com/mquran/index.php/quran" style="border: 0px; height: 400px; width: 400px;"></iframe>
Jumat, 10 Agustus 2012
Menara Mesjid Raya Jawa Barat , Museum & Pendidikan
| Jl. Asia Afrika (Alun-alun Bandung) Bandung - 40251 Jawa Barat, Indonesia | |
| telepon fax website messenger | : +62 22 4240275 : - : - : - : - |
| Koordinat GPS : Latitude = -6.921677 Longitude = 107.606063 | |
Fasilitas: Teropong dan tempat peribadatan juga peristirahatan. Deskripsi : Masjid Agung Bandung pada tahun 1875. Terkenal dengan sebutan Bale Nyungcung hingga pertengahan abad ke-20 (Sumber: masjid2000.org, KITLV). MASJID RAYA BANDUNG (1955) Masjid Raya Bandung Provinsi Jawa Barat yang dulu dikenal dengan Masjid Agung Bandung, selesai dibangun kembali pada 13 Januari 2006. Pembangunan itu termasuk dengan penataan ulang Alun-alun Bandung, pembangunan dua lantai basement dan taman kota sekaligus halaman masjid yang dapat dipergunakan untuk kegiatan seni budaya serta shalat Idul Fitri dan Idul Adha. MENGGAGAS MASJID AGUNG BANDUNG MASA DEPAN Tanpa disadari, hari demi hari tampilan masjid semakin seperti tenggelam dalam lautan hiruk pikuk segala macam aktifitas tersebut di atas. Apalagi setelah dibangunnya pagar yang tinggi di depan/sebelah timur bangunan masjid, maka masjid agung seperti hendak menghindar dari tekanan-tekanan dari luar yang boleh jadi memang mengganggu. Faktor keamanan misalnya, memang suatu hal yang perlu diselesaikan. Tetapi inilah kenyataan itu! Dalam tampilan dan ekspresi masjid di tengah-tengah makin padatnya aktifitas bisnis seperti itu, masjid agung memang seperti ibarat seorang sufi yang hendak mengucilkan diri karena khawatir akan dosa dan godaan-godaan dunia. Maka ia perlu membentengi dirinya, kalau perlu tidak bergaul/berhubungan dengan dunia `luar` darinya dengan benteng tinggi nan kokoh yang dimiliki. Mari Menengok Latar Belakang Sejarah Madinah sendiri secara leksikal berarti `kota`. Intelektual Muslim Nurcholish Madjid dalam Islam, Doktrin, dan Peradaban (1992), menyebutkan Madinah berarti pula sebagai peradaban (madaniyah, tamaddun, civilization), pola di suatu tempat (hadlarah, sedentary), dan pola budaya masyarakat (tsaqofah, culture). Dulu yang dilakukan Nabi Muhammad SAW pertama kali ketika hijrah ke Madinah adalah membangun masjid. Setelah itu membangun pasar dan pusat komersial, sebagaimana yang dijelaskan dalam sejarah bahwa pasar-pasar itu mampu menggeser pasar-pasar yang telah ada khususnya empat pasar Yahudi di Madinah. Bukankah ini juga menjadi pelajaran berharga bahwa kedua aktifitas itu (masjid dan pasar) tidak dipisah-pisahkan dan justru harus diseimbangkan. Eleanor Sims (1995) dalam Trade and Travel: Markets and Caravanserais menyebutkan bahwa bazaar dan masjid tumbuh bersama, kedua-duanya adalah tiang dalam kehidupan kota Islam, terpisah tetapi berdampingan secara harmoni. Begitu pula dalam preseden sejarah, bahwa masjid-masjid besar di dunia Islam seringkali muncul pasar di sekitarnya. Memang sangat alamiah, ketika banyak orang ke masjid seperti shalat Jum`at misalnya, maka terbentuklah pasar dengan sendirinya. Terdapat pula di dalam Al-Qur`an yang menyebutkan bahwa setelah ditunaikannya shalat Jum`at, maka disuruh setiap hamba itu untuk bergegas-gegas, mencari karunia-Nya. Dari konsep itu, tentu gagasan Masjid Agung Bandung masa depan sebaiknya perlu diintegrasikan keberadaan dengan lingkungan sekitarnya. Jadi tidak memisahkan diri atau malah meninggalkan lokasinya sekarang ini (dipindahkan).Yang berarti juga bahwa masjid harus diintegrasikan keberadaannya dengan hiruk-pikuknya aktifitas komersial. Tentu bukan berarti digabung, tetapi diintegrasikan secara serasi, harmoni dan seirama. Siar-Siarnya juga harus lebih ditampakkan. Berarti pula bahwa ciri religius dalam ruang dan bentuk arsitektur serta ruang kotanya perlu lebih diekspresikan sehingga tampil menjadi sentral kawasan pusat kota khususnya dan Kota bandung pada umumnya. Dalam perjalanan sejarah yang hampir melampaui masa dua abad, Masjid Agung Bandung pernah mengalami `zaman keemasan` yakni ketika dipimpin oleh ulama yang juga sastrawan dan filosof Hoofd Penghulu Bandung Haji Hasan Mustafa. Masjid Agung di tahun 1930-an tersebut paling menonjol fungsinya sebagai pusat ibadah dan sosial penduduk kota. Gaung kohkol dan bedugnya masih terdengar di seantero penjuru kota. Masjid menjadi tempat merayakan Mauludan, Rajaban, Shalat Ied dan belajar mengaji. Ia juga menjadi tempat baitul mal yang menerima zakat fitrah dan mengurusi kesejahteraan umat (Kunto, 1996:13). Istilah ke `Bale Nyungcung` orang berakad nikah, juga sangat terkenal pada saat itu. Semoga masjid agung masa depan kembali menduduki fungsinya seperti itu bahkan lebih ditingkatkan lagi. Berbagai Peran Strategis Pertama, Masjid Agung Bandung sebagai Pembentuk Ruang Kota. Di sini, keberadaan Masjid agung bandung selain akan memberi penunjuk arah bagi orientasi kawasan, juga akan mampu memberi warna tersendiri bagi pembentukan ruang-ruang kota. Apalagi dalam setting masjid yang unik di tengah-tengah kawasan komersial ini. Dengan arah orientasinya yang khas (kiblat) maka bentuk-bentuk ruang kota yang tercipta pun akan menjadi khas karena keberadaannya. Sehingga, sebagai pembentuk ruang kota, masjid ini di masa depan diharapkan bisa menjadi `sentral` dari kawasan ini. Bagi pemerintah daerah kota Bandung, usaha ini tentu menarik karena selain memberikan kekhasan dari pembentukan ruang-ruang kota, juga menjadi ciri religius sebuah kota. Kedua, Masjid Agung Bandung sebagai symbol/Icon. Keberadaan masjid di tengah-tengah kawasan komersial ini diharapkan mampu memberikan cirri dan symbol religiusitas secara fisik. Melalui ekspresi religiusitas yang kuat, ia akan mampu memberikan legitimasi tersebut dan meningkatkan Siarnya. Memang symbol saja tidak cukup, artinya harus juga diikuti dengan esensi, aktifitas, manajemen pengelolaan, pelayanan, dan sebagainya. Ketiga, Masjid Agung Bandung sebagai oase kawasan. Di tengah-tengah kawasan hiruk-pikuk aktifitas komersial sebagaimana telah banyak diilustrasikan di atas, masjid agung bisa menjadi oase di tengah-tengah kawasan tersebut. Oase ini bisa berarti oase psikologis, fikiran, bahkan juga oase fisik. Di tengah-tengah situasi itu, dan melalui suara adzan yang merdu menyusup lembut di antara hiruk-pikuk itu, hamba Allah berhenti sejenak melepaskan segala kepenatan, kebisingan, persaingan, dan segala hal yang bersifat duniawi untuk bersujud di hadapan-Nya. Lalu didapatinya suatu kesegaran baru, untuk berangkat menuju aktifitas rutinnya kembali. Di sinilah terciptanya keseimbangan yang dapat dicapai dengan adanya masjid. Betapa pentingnya oase ini dan betapa diperlukannya oase itu di sini. Keempat, Masjid Agung Bandung sebagai orientasi. Masjid agung yang dibangun sesuai dengan arah orientasi yang benar yakni ke arah Kiblat, menjadikan masjid ini bisa menjadi petunjuk arah orientasi secara fisik bagi bangunan, ruang kawasan hingga kota. Ketika seseorang kehilangan arah orientasi di dalam kota karena terdapat banyaknya gedung-gedung tinggi dalam kawasan bisnis ini, maka masjid mampu menunjukkan dan menjelaskan melalui arah orientasinya. Hal ini disebabkan karena masjid berbeda dengan bangunan religius lainnya, masjid memiliki pedoman yang menyebabkannya harus berorientasi pada satu arah yakni Kiblat (Ka`bah). Kelima, Masjid Agung Bandung sebagai ruh/ecclesia kawasan, kota dan seluruh penduduknya. Keberadaan masjid bisa menjadi pemberi ruh/jiwa yang menguatkan spiritualitas kawasan, kota dan masyarakat Bandung. Aktifitas yang dikelola di masjid dengan baik akan memberikan suntikan berharga bagi mereka. Patut ditingkatkan berbagai majlis ta`lim maupun kegiatan-kegiatan lainnya terutama pada saat-saat ramainya kawasan ini. Keenam, Masjid Agung Bandung sebagai generator aktifitas ekonomi. Di sadari atau tidak keberadaan Masjid Agung Bandung memungkinkan peningkatan pertumbuhan aktifitas ekonomi karena adanya kebutuhan-kebutuhan baru. Jika masjid memiliki berbagai fasilitas yang representatif dan yang lebih penting mampu dikelola dengan baik, sehingga masjid menjadi lebih ramai dikunjungi orang, maka dengan bertambahnya jumlah manusia yang dating, otomastis akan bertambah banyak pula berbagai macam kebutuhan. Selanjutnya aktifitas jual beli juga akan meningkat atau bertambah ramai. Karena pada dasranya antara masjid dan bazaar (pasar) memang tumbuh bersama. Ketujuh, Masjid Agung bandung sebagai media. Di masjid tidak ada perbedaan tingkat, pangkat, jabatan, keturunan, kekayaan, warna kulit, dan segala macam atribut lainnya. Semua manusia berkeddudukan sama sisi Tuhan, seperti ajaran Islam itu sendiri yang tidak pernah membedakan hal-hal tersebut kecuali perbedaan itu terletak pada ketaqwaan di antara mereka. Siapa pun yang berangkat lebih dulu maka ia berhak menempati barisan/shaf paling depan, sehingga menjadi paling mulia pada saat shalat Jumat misalnya. Kondisi lingkungan di luar masjid yang selama ini tidak pernah atau sulit diperolehnya titik temu antara dua kutub yang berbeda, maka sangat mungkin tercapai di dalam masjid dengan karakter seperti itu. Misalnya, suatu kesempatan bisa terjadi direktur bertemu dengan para pegawainya, antara atasan dan bawahan bisa bertemu dalam suasana kebersamaan yang tidak ada perbedaan di antara mereka karena semua sama sebagai hamba Tuhan Yang Maha Kuasa. Dari pertemuan itu, akan sangat mungkin terjadinya komunikasi yang baik dengan landasan kebersamaan Iman, kemudian berbicara dari hati ke hati untuk memecahkan persoalan bersama. Komunikasi itu tidak dalam suasana batasan-batasan psikologis, atau bahkan perintah, instruksi dan struktural lainnya yang kadang kala sering menghambat komunikasi tersebut. Oleh karena itu, masjid Agung mampu menjadi media komunikasi sosial ini. Ia mampu menjadi media pemecahan masalah bersama yang terjadi di luar masjid khususnya dalam kawasan bisnis ini. Kesemuanya peran itu menjadikan Masjid Agung Bandung jelas memiliki peran yang sangat strategis bagi kawasan pusat kota khususnya, dan seluruh Kota Bandung beserta penduduknya pada umumnya. Maka tak ada pilihan lain baginya kecuali jadikan ia landmark kawasan tersebut. Optimalkan peran-peran yang dimungkinkannya baik secara fisik maupun non fisik, sehingga mampu meningkatkan siar dan ciri religius Kota Bandung. Beberapa Catatan pada Masjid Raya Bandung Dua catatan penting ini juga diharapkan menjadi sebuah studi kasus di lapangan untuk masukan UU Republik Indonesia nomor 28 tahun 2002 tentang bangunan gedung khususnya yang terkait proses penyelenggaraan bangunan gedung yang sangat penting di tempat yang sangat strategis seperti ini. Tampaknya kondisi di negeri ini dituntut adanya peraturan khusus menyangkut proses pengambilan keputusan untuk penyelenggaraan bangunan-bangunan istimewa seperti dalam kasus ini.
Menara Mesjid Agung yang mengadopsi simbol tradisional Gedung Sate, saat ini adalah landmark baru kota kembang. Source: Disini | |
Yang Merusak Dan Membatalkan Puasa Ramadhan
Seperti nasehat Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam dalam sabdanya :
Hal lain yang membatalkan Puasa Ramadhan diantara adalah:
- Makan dan minum dengan sengaja – Jika dilakukan karena lupa maka tidak batal puasanya.
- Melakukan hubungan suami istri disiang hari, Jima’ (bersenggama).
- Memasukkan makanan ke dalam perut, termasuk dalam hal ini adalah suntikan yang mengenyangkan, transfusi darah bagi orang yang berpuasa.
- Mengeluarkan mani dalam keadaan terjaga karena onani, bersentuhan, ciuman atau sebab lainnya dengan sengaja – Adapun keluar mani karena mimpi tidak membatalkan puasa karena keluarnya tanpa disengaja.
- Keluarnya darah haid dan nifas bagi perempuan – Manakala seorang wanita mendapati darah haid, atau nifas batallah puasanya, baik pada pagi hari atau pun sore hari sebelum terbenam matahari.
- Sengaja muntah, dengan mengeluarkan makanan atau minuman dari perut melalui mulut. Hal ini didasarkan pada sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam . Barangsiapa yang muntah tanpa sengaja maka tidak wajib qadha, sedang barangsiapa yang muntah dengan sengaja maka wajib qadha. ” (HR. Ahmad, Abu Dawud, Ibnu Majah dan At-Tirmidzi).
Dalam lafazh lain disebutkan:
“Barangsiapa muntah tanpa disengaja, maka ia tidak (wajib) mengganti puasanya).” DiriwayatRan oleh Al-Harbi dalamGharibul Hadits (5/55/1) dari Abu Hurairah secara maudu’ dan dishahihRan oleh AI-Albani dalam silsilatul Alhadits Ash-Shahihah No. 923.
Catatan:
Tidak batal puasa seseorang yang melakukan sesuatu yang membatalkan puasa karena ia tidak tahu, lupa atau juga karena dipaksa. Demikian pula jika tenggorokannya kemasukan debu, lalat, atau air tanpa disengaja. Jika wanita nifas telah suci sebelum sempurna empat puluh hari, maka hendaknya ia mandi, shalat dan berpuasa.
Source:
Pengen punya pahala puasa lebih...?
Simpel loh sebenernya... Di antaranya, berdoa... Berdoa adalah di antaranya.. Bukan hanya untuk diri sendiri. Tapi juga untuk orang lain.
Misal: ya Allah, terimalah puasanya orang-orang yang terdahulu, sekarang, hingga orang-orang akhir zaman. Sebagai puasa yang Engkau ridhai, & terima.
Biasain tuh doa kayak gitu. Perbesar sekalian. "Jadikan puasa kami manfaat buat alam ini dan seisinya..."
Tambahin lagi doanya... "Jadikan puasa ini penggugur dosa kami, penghapus kesalahan kami, penaik derajat kami, membuka surga.."
Teruuuuussss tambahin dengan doa-doa... Simpel. Tapi nambah bobot berkali-kali lipat.
Saya kalo shalat, pun begitu. Sebelom shalat, saya doa dulu. Agar shalatnya diterima, disempurnain... Tapi bukan diri sendiri aja.
Misal: "Ya Allah, terimalah sholatnya saya, & sholatnya orang-orang yang sholat, dari orang-orang yang terdahulu, sekarang, hingga akhir zaman...
Lalu tambahin lagi dengan serentetan doa lain. Juga masih untuk semua. Misal: jadikan shalat ini sebagai jalan Engkau tolong kami... Dll doa.
Baca qur'an juga begitu... Doa, dan perbesar doanya... Met buka puasa ya... Doa jangan lupa...
Salam @yusuf_mansur.
Source:
WisataHati.com
3 (tiga) hal yang dapat melalaikan kita
Saudaraku, ketahuilah, bahwa ada 3 (tiga) hal yang dapat melalaikan kita,
- Berapa banyak manusia yang dihukum secara berangsur-angsur melalui kesenangan yang diterimanya, sehingga dengan kesenangan itu, menjadikan hidupnya merasa kaya & sempurna.
- Berapa banyak manusia mendapat cobaan melalui pujian orang lain kepadanya, yang menyebabkan tumbuh sifat ujbah/sombong
- Berapa banyak manusia terperdaya karena kelemahannya disembunyikan oleh Alloh SWT, sehingga melahirkan keakuan merasa paling baik.
Source:
WisataHati.com
Do'a supaya bisa pulang kampung gratis
Mau saya kasih tau doa supaya bisa pulang kampung gratis ga? Dan bisa bagi-bagi duit di kampung? (Baca: bagi-bagi sedekah). Yang mau, ngacung. Nih doanya:
"Yaa Allah, pengeeeennn dah pulang kampung gratis, & bisa bawa duit buat bagi-bagi sedekah... Kabulin ya, ya Allah...".
Kalo bisa, bisa dapet mobil pinjeman gratis nih... Lebih keren lagi, kalo bisa punya sendiri mobilnya. Engkau Maha Kaya ya Allah...
InsyaAllah dah, saya bakal rajinin shalat berjamaah, ga ketinggalan takbir I imam +sunnah-sunnahnya... (Sambil dibuktiin/dijalanin).
InsyaAllah kalo udah Engkau kasih, saya ga bakal lupa dah. InsyaAllah. Ga bakal ninggalin & tetep nge rajinin...
Tapi saya ga bakal marah & kecewa, kalo Engkau ga kabulin. Ga lebaran sekarang, pasti lebaran tahun depan. Iya kan? ya ya ya?...
Sambil saya minta bisa pulkam gratis & bawa duit, saya juga minta belas kasih-Mu ya Allah, atas semua dosa-dosa saya, orang-orang tua, istri/suami...
... Kiranya sebab banyak dosa kami, rizki banyak yang Engkau kurangi... Segala puji bagi Engkau ya Allah, yang tiada menghalangi... Subhanallah...
(Doa-doa ini, tambahin sendiri dengan doa masing-masing. Silahkan... Kontennya bisa ditambahin macem-macem... Boleh koq. Sama Allah mah, bebas...
Sama manusia yang banyak aturannya... Sama Allah mah, datang aja, dengan hati yang bersih, syukur-syukur bisa dalam keadaan wudhu, + shalat... Cakep...
Doa ini dibaca sekurang-kurangnya 7x... Sehari... 5x habis shalat fardhu, 2x habis dhuha & tarawih... Tembus daaaahhh... InsyaAllah...
Yang yakin doanya... Makin cepet naiknya, kalo sambil digeber khataman Qur\'annya (+terjemahan+diasyikin bacanya).
Tambah top lagi, kalo lansung diopening dan diclosingin sedekahnya. Diawali & diakhiri dengan sedekah. Hajar aja dengan sedekah maksimal.
Untuk yang ga butuh pulkam, konten doa silahkan diganti dengan yang lain. IziDoa, DoaSimpel. Silahkan diganti sesuai kebutuhan & keadaan.
Jangan lupa prinsip urut-urutan doa. Sebelum konten, awali dengan shalawat+istighfar+hamdalah. Tutup lagi dengan: shalawat+istighfar+hamdalah.
Jika ada yang ga seneng, sampaikan, emangnya minta sama situ? Kan mintanya sama Allah. Allah demen kita banyak minta.
Tentu Allah tambah demen kalo kita banyak juga ibadah & amal salehnya, +ikhtiarnya disempurnakan. Bertambah-tambah demennya ke kita.
Selamat mencoba ya... Biasanya sih, hitungan belasan hari, udah ada tanda-tandanya... Itu kalo dosanya ga kebanyakan, he he...
Kalo dosanya kebanyakan, ya harap maklum aja. Dikonvert ke dosa dulu, he he he. Tapi ini alhamdulillaah...
Diampunin itu lebih hebat daripada dipulangin ke kampung, he he. Dipanjangin umur juga, disehatin...
Selamat mencoba ya...
Salam @yusuf_mansur
Source: WisataHati.com
Sabtu, 04 Agustus 2012
Mesjid dengan kisah lubang menuju mekkah
Masjid Agung Keraton Buton juga dikenal sebagai Masjid Agung Wolio. Masjid ini berada di Kota Bau-bau, Pulau Buton, Sulawesi Tenggara.
Bila melihat sekilas, masjid ini tampak biasa saja. Dengan bentuk persegi panjang, masjid tertua di Sulawesi Tenggara ini memiliki arsitektur yang sederhana. Tidak seperti Masjid Istiqlal di Jakarta atau Masjid Dian Al Mahri (Kubah Emas) yang memiliki bentuk bangunan yang megah.
Masjid yang sudah mengalami pemugaran sejak pemerintahan Sultan Buton ke-37 pada tahun 1930 ini memiliki 12 pintu di keempat sisinya dan 12 jendela di bagian atas. Maksud dari jumlah pintu dan jendela tersebut adalah menyesuaikan dengan jumlah pintu pada Benteng Wolio yang juga berjumlah 12.
Ya, dari luar masjid ini memang terlihat biasa saja. Namun, bila Anda masuk ke dalamnya ada yang mencengankan dan membuat mulut Anda mengucap “Subhanallah”. Seperti detikTravel lansir dari situs resmi Pariwista Indonesia, Senin (23/7/2012), di dalam masjid agung ini terdapat pusena (pusatnya bumi) yang konon kisahnya sering terdengar suara azan dari Mekkah, Arab Saudi. Pusena ini berbentuk lubang yang berada tepat di belakang Mihrab.
Masyarakat sekitar mempercayai kalau bekas kompleks Kesultanan Buton ini berada di atas pusat bumi. Lubang yang berada di dalam masjid ini pun dipercayai mereka sebagai gua bawah tanah yang bisa langsung ‘menuju ke Mekkah’.
Selain, dianggap sebagai ‘pintu Mekkah’, lubang tersebut juga memiliki mitos lainnya. Konon, bila melongok ke dalam lubang pusena, Anda bisa melhat orang tua atau kerabat yang sudah lebih dahulu menghadap Sang Khalik.
Sumber : detik.com
Minggu, 29 Juli 2012
Masjid Al Jin, Tempat Para Jin Masuk Islam
Pertanyaan itu muncul di benak saya saat pertama kali mendengar nama Masjid Al Jin. Ketika itu, saya bersama warga Indonesia lainnya sedang melaksanakan city tour di Kota Makkah. Bus yang kami tumpangi melewati sebuah kawasan yang bernama Ghazza, distrik Mala. Letaknya sekitar 1 km dari Masjidil Haram.
"Ya lihat di sebelah kanan Anda, di sana Ada masjid bernama Masjid Al Jin," kata pemandu wisata, Fawaid saat saya umroh beberapa waktu lalu.
Dalam hati saya dan rombongan yang lain mungkin bertanya-tanya, kenapa diberi nama Al Jin, apakah itu tempat salat para jin? Seolah bisa membaca pikiran kami, Fawaid pun menjelaskan.
"Diberi nama Al Jin karena dulu para jin masuk Islam di hadapan Rasulullah SAW di dalam masjid ini. Jadi, untuk mengenang diberi nama Al Jin," kata Fawaid.
Diceritakan, pada waktu itu Rasulullah sedang membaca Al Quran. Kemudian para jin yang kebetulan lewat tertarik mencari tahu asal muasal lantunan lembut itu.
Mereka pun mendapati Rasulullah sedang mengaji. Tersentuh dengan ayat Al Quran yang dibacakan Rasulullah, para jin pun menyatakan diri masuk Islam. Inilah latar belakang penamaan Masjid Al Jin.
Jika dilihat dari kejauhan, masjid ini tak tampak seperti masjid pada umumnya yang memiliki kubah dominan. Masjid Al Jin tampak begitu dominan dan kokoh dengan tembok besarnya.
Tidak seseram namanya yang mengambil kata Jin, Masjid Al Jin atau yang juga biasa disebut Masjid Bai'at justru memberikan kesejukan bagi setiap peziarah yang datang untuk salat. Mungkin karena bangunan yang tinggi dan adanya pendingin udara, membuat masjid ini terasa sejuk.
Warna abu-abu mendominasi Masjid Al Jin yang memiliki luas 10X20 meter. Masjid Al Jin memiliki dua lantai dan satu basement. Jika menengok ke atas, peziarah bisa melihat kubah masjid yang dihias dengan tulisan kaligrafi Surat Al Jin ayat 1-9.
Saat ini, Masjid Al Jin menjadi salah satu tempat yang wajib dikunjungi wisatawan, yang sedang melaksanakan umrah di Makkah. Tak heran kalau masjid ini selalu ramai umat muslim, terutama saat waktu salat tiba.
Keutamaan / Fadhilah Sholat Tarawih
1. Barang Siapa yang melaksanakan shalat Tarawih pada malam pertama ( 1 Ramadhan ), Allah Swt . akan mengampuni dosanya seperti bayi baru dilahirkan ibunya.
2. Barang siapa yang melaksanakan sholat tarawih pada malam ke 2, allah swt Akan mengampuni dosanya dan dosa kedua orang tuanya.
3. Barang siapa yang melaksanakan shalat tarawih pada malam ke 3, Malaikat akan memanggil dari bawah Arsy dan Allah akan mengampuni dosa-dosanya terdahulu.
4. Barang siapa yang melaksanakan sholat tarawih pada malam ke 4 , maka pahalanya seperti pahala orang yang membaca kitab taurat,kitab jabur,kitab injil, dan Kitab Alqur’an
5. Barang siapa yang melaksanakan shalat Tarawih pada malam ke 5, Allah akan memberikan pahala seperti orang yang sholat dimasjidil haram dan masjidil aqso
6. Barang siapa yang melaksanakan shalat tarawih pada malam ke 6 , allah akan memberikan pahala seperti orang yang thowaf di baitul ma’mur dan Allah akan mengampuni dosanya.
7. Barang siapa yang melaksanakan shalat tarawih pada malam ke 7, allah akan memberikan pertolongan seperti pertolongan allah kepada nabi musa A.S dari fir’aun dan Hamman.
8. Barang siapa yang melaksanakan shalat tarawaih pada malam ke 8 , allah akan memberikan pahala seperti pahala yang telah Allah berikan kepada nabi Ibrahim As
9. Barang siapa yang melaksanakan shalat tarawaih pada malam ke 9, Allah akan memberikan pahala seperti pahala ibadahnya Nabi Muhammad SAW
10. Barang siapa yang melaksanakan shalat tarawaih pada malam ke 10, Allah akan memberikan rizki kebaikan dunia akhirat.
11. Barang siapa yang melaksanakan shalat tarawaih pada malam ke 11, maka ketika ia keluar dari dunia seperti baru dilahirkan dari perut ibunya.
12. Barang siapa yang melaksanakan shalat tarawaih pada malam ke 12, maka ia datang pada hari kiamat dan wajahnya seperti bulan purnama
13. Barang siapa yang melaksanakan shalat tarawaih pada malam ke 13, maka ia akan datang pada hari kiamat diselamatkan dari setiap kejelekan .
14. Barang siapa yang melaksanakan shalat tarawaih pada malam ke 14, malaikat akan datang dan mereka bersaksi bahwa dia shalat tarawih. Maka allah tidak akan menghisabnya pada hari kiamat.
15. Barang siapa yang melaksanakan shalat tarawaih pada malam ke 15, malaikat rohmat , Arsy, dan kursy akan membaca shalawat kepadanya.
16. Barang siapa yang melaksanakan shalat tarawaih pada malam ke 16, Allah akan menulisnya bebas dari neraka dan masuk ke dalam surga .
17. Barang siapa yang melaksanakan shalat tarawaih pada malam ke 17. Allah akan memberikan pahala kepadanya seperti pahala para nabi.
18. Barang siapa yang melaksanakan shalat tarawaih pada malam ke 18, Malaikat akan memanggilnya : “Wahai Hamba Allah, sesungguhnya Allah Ridho pada engkau.
19. Barang siapa yang melaksanakan shalat tarawaih pada malam ke 19, Allah akan mengangkat derajatnya dalam surga firdaus.
20. Barang siapa yang melaksanakan shalat tarawaih pada malam ke 20, Allah akan memberikan pahala kepadanya seperti pahala para sahabat.
21. Barang siapa yang melaksanakan shalat tarawaih pada malam ke 21, Allah akan membangun Rumah untuknya disurga yang terbuat dari cahaya.
22. Barang siapa yang melaksanakan shalat tarawaih pada malam ke 22, ia akan datang pada hari kiamat dan diselamatkan dari berbagai kesusahan.
23. Barang siapa yang melaksanakan shalat tarawaih pada malam ke 23, Allah akan membangun sebuah kota disurga untuknya.
24. Barang siapa yang melaksanakan shalat tarawaih pada malam ke 24, Allah akan mengabulkan dari 24 Doanya.
25. Barang siapa yang melaksanakan shalat tarawaih pada malam ke 25, Allah akan mengangkat baginya dari siksa kubur.
26. Barang siapa yang melaksanakan shalat tarawaih pada malam ke 26, Allahk akan mengangkat pahalanya selama 40 tahun.
27. Barang siapa yang melaksanakan shalat tarawaih pada malam ke 27, ia akan berjalan di jembatan shirothol mustaqim bagai kilat yang menyambar.
28. Barang siapa yang melaksanakan shalat tarawaih pada malam ke 28, Allah akan mengangkatnya 1000 (Seribu) derajat didalam surga.
29. Barang siapa yang melaksanakan shalat tarawaih pada malam ke 29, Allah akan mengabulkan 1000 (Seribu) Hajatnya.
30. Barang siapa yang melaksanakan shalat tarawaih pada malam ke 30, Allah berfirman, “Wahai Hambaku, makanlah dari buah buahan surga dan mandilah disungai salsabil dan minumlah dari telaga kautsar” kemudian Allah Berfirman : “ aku tuhanmu dan engkau hambaku.
Dikutip dari Kitab Durothun Nasihin
Karangan Ustman Bin Hasan Bin Ahmad Sukr al-khaubawae
Hak cipta hanya milik Allah Swt.







